Senin, 13 Mei 2013

Review : Dream Cathcer by Alanda Kariza



Tiga setengah dari lima bintang ~

About this book ...

waktu itu lagi ga sengaja online twitter di laptop terus lihat akun Gagasmedia ngetweet pake hastag #DreamCatcher. awalnya sih ga tertarik tapi begitu ngeh quote-quotenya cakep banget akhirnya kepikiran untuk beli. 

besoknya, aku langsung cabut ke toko buku bareng si ade nyari buku Dream Catcher kali aja masih ada. Yang biasanya aku mojok di rak-rak novel di bagian paling belakang toko buku, waktu itu aku malah muter-muter di rak psikologi nyari buku Dream Catcher. 

setelah tawaf tiga kali akhirnya nemu di rak paling bawah udah gitu kejepit sama buku-buku besar lainnya. sisa tiga buku dan semuanya telanjang alias udah ga ada plastiknya. kecewa banget pas tau bukunya cuma tinggal tiga itu. ga mungkin ga jadi beli soalnya niat dateng ke toko buku hari itu ya cuma mau nyari buku Dream Catcher! Masa pas udah megang malah ga jadi beli gara-gara ga ada sampul plastiknya? 

abis berpikir lama, akhirnya di beli juga. dari tiga buku itu yang mendingan cuma satu. sementara dua lagi udah ga ada potongan kecil di cover yang bertuliskan 'My Dreams Are' yang bisa juga di pake jadi pembatas buku. begitu sampe rumah, aku langsung melahap buku Dream Catcher ini.

So, 

Buku ini ga terlalu tebal udah gitu kata-katanya simple dan ga berat. enak banget buat dibaca para remaja yang lagi galau nentuin cita-citanya apa. abis baca buku ini, dijamin deh semangat kalian yang awalnya redup nyaris padam langsung mencuat lagi ke atas bahkan naik sampai ubun-ubun. 

dari dulu aku memang ga pernah nganggap yang namanya 'cita-cita' itu remeh. cita-cita itu tujuan. cita-cita adalah salah satu alasan kenapa kita hidup, untuk apa kita dilahirkan, dan apa yang kita lakukan sepanjang hidup kita. bahkan banyak dari anak-anak zaman sekarang yang menjadikan cita-cita sebagai landasan untuk membuat orang tuanya bangga dibalik nilai-nilai akademis sekolah yang 'ehem' merah-merah. 

Mbak Alanda Kariza hanyalah nama seorang penulis yang ga aku kenal awalnya. tapi setelah baca buku ini, aku terkagum-kagum sendiri sama pengalaman hidup Mbak Alanda yang seperti roller coaster. berbahaya tapi menyenangkan. 

aku ga akan berkomentar banyak tentang buku ini -atau sudah?- tapi yang jelas, setelah selesai membaca buku Dream Catcher, semangatku untuk mengapai cita-citaku dari zaman SD kembali menggebu-gebu. ga ada alasan untuk berhenti di tengah jalan. apa pun itu. aku sempat merinding di beberapa halaman membaca pengalaman-pengalaman orang lain yang berusaha untuk mencapai cita-citanya. salah satunya di halaman 44. 

Soichiro Honda tidak diterima oleh Toyota Motor Corporation. Resep ayam goreng milik Harland David Sanders a.k.a Colonel Sanders ditolak sebanyak 1.009 kali. Albert Einstein baru bisa bicara saat berumur 4 tahun dan membaca saat berumur 7 tahun. Oprah Winfrey pernah dipecat karena disebut tidak pas untuk televisi. Steven Spielberg pernah di tolak tiga kali oleh University of Southern California School of Theater, Film and Television. 

Lihat, kan, betapa kegagalan itu berarti banyak ketika kesuksesan telah diraih. 

akhir kata, aku menyukai buku ini dan ga menyesal membeli meskipun sedikit terlambat. ini satu quote yang sangat ngena di hati bahkan sekarang aku tulis dan dipajang di meja belajarku:

"Ternyata, hal yang membatasi diri kita dalam bermimpi dan merealisasikannya hanyalah diri kita sendiri."

♥ Best Regards ♥ 

P.S 
besoknya adeku pergi lagi ke toko buku bareng teman-temannya dan dia bilang buku Dream Catcher baru dipajang lagi di rak best seller. masih banyak. terbungkus plastik dengan rapi. 

Dan aku cuma bisa menghela napas panjang.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar